Order Block XAUUSD: Pengertian
Order Block XAUUSD: Pengertian, Cara Menentukan, dan Contohnya pada Chart
Dalam trading Forex, terutama pada XAUUSD (Gold), Order Block merupakan salah satu konsep yang banyak digunakan dalam analisis Smart Money Concept (SMC).
Order Block dapat membantu trader menemukan area harga yang berpotensi menjadi tempat terjadinya reaksi harga sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.
Pada artikel ini kita akan membahas apa itu Order Block, jenis-jenisnya, cara menemukan Order Block, serta contoh Order Block pada chart XAUUSD timeframe 5 menit yang ditampilkan pada gambar.
Apa Itu Order Block?
Order Block (OB) adalah area harga yang dianggap sebagai lokasi terjadinya akumulasi atau distribusi order dalam jumlah besar sebelum harga melakukan pergerakan yang kuat.
Dalam pendekatan Smart Money Concept, Order Block biasanya dicari pada candle terakhir yang berlawanan arah sebelum terjadi pergerakan harga impulsif.
Contohnya:
Bullish Order Block
Candle bearish → pergerakan bullish kuat
Area candle bearish terakhir tersebut dapat digunakan sebagai kandidat Bullish Order Block.
Sedangkan:
Bearish Order Block
Candle bullish → pergerakan bearish kuat
Candle bullish terakhir sebelum penurunan kuat dapat digunakan sebagai kandidat Bearish Order Block.
Penting untuk dipahami bahwa Order Block bukan jaminan harga akan berbalik. Order Block adalah zona analisis, sehingga trader tetap membutuhkan konfirmasi.
Bullish Order Block
Bullish Order Block adalah zona yang biasanya dicari sebelum terjadinya pergerakan harga bullish yang kuat.
Secara sederhana:
Bullish OB = area terakhir sebelum harga melakukan kenaikan impulsif.
Pada gambar XAUUSD yang kita analisis, terdapat area Bullish Order Block di sekitar:
4,344 – 4,352
Area tersebut berada di sekitar dasar pergerakan sebelum harga mulai mengalami kenaikan yang cukup kuat.
Setelah harga meninggalkan area tersebut, XAUUSD bergerak naik dan membentuk struktur bullish.
Bagaimana cara membacanya?
Salah satu skenario yang diperhatikan trader adalah:
Harga turun → membentuk Bullish OB → harga naik kuat → harga kembali melakukan retest → muncul konfirmasi bullish.
Jika harga kembali ke zona tersebut, trader dapat mengamati apakah terjadi reaksi pembeli.
Bearish Order Block
Kebalikan dari Bullish Order Block adalah Bearish Order Block.
Bearish Order Block merupakan zona yang dicari sebelum terjadinya penurunan harga yang kuat.
Secara sederhana:
Bearish OB = area terakhir sebelum harga melakukan penurunan impulsif.
Pada gambar yang diberikan, terdapat kandidat Bearish Order Block di sekitar:
4,383 – 4,388
Setelah area tersebut, terlihat harga mengalami tekanan bearish dan bergerak turun dengan cukup kuat.
Area tersebut dapat digunakan sebagai zona untuk mengamati kemungkinan reaksi seller jika harga kembali naik ke area tersebut.
Mengapa Order Block Penting?
Order Block menjadi menarik karena trader tidak hanya melihat harga naik atau turun.
Trader mencoba mencari tahu:
Dari mana pergerakan besar tersebut dimulai?
Misalnya harga Gold naik puluhan poin.
Daripada hanya mengejar harga setelah kenaikan terjadi, trader dapat melihat kembali struktur sebelumnya dan mencari area yang menjadi sumber pergerakan tersebut.
Inilah salah satu alasan Order Block sering digunakan dalam strategi Smart Money Concept.
Cara Menentukan Order Block
Berikut beberapa langkah sederhana.
1. Tentukan Arah Market
Pertama lihat apakah market sedang:
- Uptrend
- Downtrend
- Sideways
- Sedang melakukan reversal
Jangan langsung menentukan Order Block tanpa melihat struktur market.
2. Cari Pergerakan Impulsif
Perhatikan candle yang bergerak sangat kuat.
Contohnya:
Bearish candle besar → harga terus turun
atau:
Bullish candle besar → harga terus naik.
Pergerakan seperti ini dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat area penting sebelumnya.
3. Cari Candle Terakhir yang Berlawanan Arah
Untuk mencari Bullish Order Block:
Cari candle bearish terakhir sebelum kenaikan impulsif.
Untuk mencari Bearish Order Block:
Cari candle bullish terakhir sebelum penurunan impulsif.
4. Tandai Area Candle
Setelah menemukan candle tersebut, tandai area High dan Low candle sebagai zona.
Jangan selalu menganggapnya sebagai satu harga pasti.
Lebih baik menganggap Order Block sebagai zona.
Order Block dan Break of Structure
Order Block akan menjadi lebih menarik apabila diikuti oleh Break of Structure (BOS).
Contohnya:
Bullish OB → harga naik kuat → Break High sebelumnya
Situasi tersebut memberikan konfirmasi bahwa buyer berhasil mendorong harga melewati struktur sebelumnya.
Begitu juga:
Bearish OB → harga turun kuat → Break Low sebelumnya
Ini dapat menunjukkan bahwa seller memiliki kekuatan untuk mendorong harga melewati struktur sebelumnya.
Order Block dan Retest
Salah satu setup yang sering diamati trader adalah retest Order Block.
Contohnya:
Harga membuat Bullish Order Block.
Kemudian harga naik.
Setelah beberapa waktu, harga turun kembali ke zona Bullish OB.
Trader kemudian mengamati apakah muncul:
- Bullish engulfing
- Pin bar
- Rejection
- Higher low
- Break structure pada timeframe kecil
Jika muncul konfirmasi, trader dapat mempertimbangkan setup sesuai strategi dan manajemen risikonya.
Order Block Tidak Selalu Berhasil
Ini sangat penting.
Tidak semua Order Block akan menghasilkan reversal.
Order Block dapat mengalami:
Mitigasi → ditembus → gagal menjadi area reaksi.
Karena itu, jangan melakukan entry hanya karena harga menyentuh Order Block.
Contohnya:
Harga menyentuh Bullish OB.
Namun candle berikutnya justru bearish kuat dan menembus zona.
Dalam kondisi seperti ini, Bullish OB dapat dianggap gagal atau tidak valid untuk skenario yang sedang diamati.
Perbedaan Order Block dan Support/Resistance
Support dan Resistance biasanya ditentukan berdasarkan area di mana harga sebelumnya sering mengalami reaksi.
Sedangkan Order Block lebih fokus pada candle/zona sebelum pergerakan impulsif dan perubahan struktur pasar .
Contoh sederhana:
Mendukung
Harga beberapa kali memantul dari area tertentu.
Blok Pesanan Bullish
Terdapat candle bearish terakhir sebelum harga melakukan kenaikan yang kuat dan menyebabkan perubahan/kelanjutan struktur.
Keduanya dapat berada di area yang sama.
Oleh karena itu, ketika Support + Bullish Order Block berada pada zona yang sama, area tersebut dapat menjadi lebih menarik untuk diamati.
Blok Order pada XAUUSD 5 Menit
Pada chart XAUUSD yang digunakan dalam artikel ini, kita dapat melihat dua area penting.
Blok Pesanan Bearish
Luas: ±4.383 – 4.388
Area ini berada sebelum pergerakan bearish yang terlihat pada chart.
Trader dapat mengamati area tersebut jika harga kembali naik.
Blok Pesanan Bullish
Luas: ±4.344 – 4.352
Area ini berada di sekitar dasar pergerakan sebelum XAUUSD mengalami kenaikan impulsif.
Area tersebut dapat digunakan sebagai zona pengamatan apabila harga kembali turun ke area tersebut.
Catatan: level di atas merupakan pembacaan dari screenshot timeframe 5 menit yang Anda berikan. Karena Order Block bersifat zonal dan identifikasinya bergantung pada definisi strategi, level tersebut sebaiknya digunakan sebagai analisis area , bukan sinyal masuk pasti.
Blok Pesanan Strategi Sederhana
Bagi pemula, Anda dapat menggunakan alur berikut sebagai bahan belajar:
MEMBELI
1. Cari Bullish Order Block
↓
2. Tunggu harga naik dan membuat Break of Structure
↓
3. Tunggu harga kembali/retest ke Bullish OB
↓
4. Cari konfirmasi bullish
↓
5. Menentukan Stop Loss
↓
6. Tentukan Take Profit berdasarkan struktur/level berikutnya
MENJUAL
1. Cari Bearish Order Block
↓
2. Tunggu harga turun dan membuat Break of Structure
↓
3. Tunggu harga kembali/retest ke Bearish OB
↓
4. Cari konfirmasi bearish
↓
5. Menentukan Stop Loss
↓
6. Menentukan Take Profit
Kesimpulan
Order Block merupakan salah satu konsep yang dapat digunakan untuk membaca struktur pasar dan mencari area penting sebelum terjadi pergerakan harga yang kuat.
Pada chart XAUUSD 5 menit dalam artikel ini, terdapat dua kandidat area yang ditandai:
Blok Pesanan Bullish: ± 4.344–4.352
Blok Order Bearish: ± 4.383–4.388
Namun, Order Block tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa harga pasti akan kembali.
Gunakan kombinasi:
Blok Pesanan + Struktur Pasar + BOS + Pengujian Ulang + Aksi Harga + Manajemen Risiko
untuk mendapatkan analisis yang lebih terstruktur.

Komentar
Posting Komentar